Peta Kalimantan

Bukit Bangkirai


Bukit Bangkirai, Kawasan Wisata Alam yang Mempesona


Canopy bridge, andalan wisata alam Bukit Bangkirai
Photo: Yanda, 2003

KutaiKartanegara.com 09/03/03
Jika anda ingin berwisata di akhir pekan, kawasan wisata alam Bukit Bangkirai yang terletak di Kecamatan Samboja mungkin dapat dijadikan pilihan liburan bersama keluarga, relasi atau kekasih. Di kawasan Bukit Bangkirai ini, wisatawan dapat menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan bahkan kicauan burung dan suara-suara satwa hutan lainnya pun masih dapat didengarkan.

Tak hanya itu, para wisatawan yang memiliki masalah berada di ketinggian mungkin dapat mencoba tantangan untuk meniti canopy bridge atau jembatan tajuk yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Tentunya ada perasaan ngeri namun mengasyikkan bila menyusuri jembatan gantung di ketinggian 30 meter dari muka tanah sementara desiran angin yang sejuk cukup membuat bulu kuduk merinding, apalagi jembatan semakin berayun-ayun di saat kita baru mencapai separo jalan.


Meniti jembatan tajuk (canopy bridge)
Photo: Agri, 2003

Tapi bagi yang jiwanya tidak memiliki masalah terhadap ketinggian, berjalan menyusuri canopy bridge sungguh menyenangkan. Dari atas canopy bridge, wisatawan dapat dengan leluasa melihat panorama hutan hujan tropis (tropical rain forest) Bukit Bangkirai serta mengamati dari dekat formasi tajuk tegakan "Dipteropcarpaceae" yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis, yang membentuk stratum atas yang saling sambung menyambung.

Panjang keseluruhan canopy bridge yang ada di Bukit Bangkirai adalah sepanjang 64 meter yang menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Untuk mencapai canopy bridge, terdapat dua menara dari kayu ulin yang didirikan mengelilingi batang pohon Bangkirai.

"Canopy bridge yang ada di Bukit Bangkirai ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia. Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat, dan dari segi keamanan juga cukup terjamin." kata Ir Ruspian Noor, salah seorang petugas dari PT Inhutani I.

Sebagai kawasan wisata alam, berbagai sarana dan prasarana telah dipersiapkan bagi para wisatawan yang datang seperti restoran dengan menu yang cukup bervariasi, lamin untuk pertemuan yang mampu menampung 100 orang, serta penginapan berupa cottage dengan fasilitas AC maupun jugle cabin, yakni cottage yang tidak dilengkapi fasilitas listrik sehingga wisatawan yang menginap disitu dapat merasakan suasana hutan yang sebenarnya.


Menara menuju canopy bridge
Photo: Yanda, 2003

Kawasan Bukit Bangkirai yang luasnya mencapai 1.500 hektare ini merupakan kawasan hutan konservasi yang mempunyai peran penting untuk mengembangkan monumen hutan alam tropika basah yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan kehutanan.

Kawasan hutan wisata ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata alam dan penelitian ilmiah serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan dan hutan. Pada tanggal 14 Maret 1998, 510 hektare dari kawasan ini diresmikan sebagai kawasan wisata oleh Djamalludin Suryohadikusumo, Menteri Kehutanan RI pada Kabinet Pembangunan VI sebagai upaya pengembangan potensi wisata alam dan ilmiah serta untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan terutama pada flora dan fauna.

Kawasan wisata alam ini diberi nama Bukit Bangkirai karena dominannya pohon jenis Bangkirai yang tumbuh di kawasan hutan lindung ini. Pohon Bangkirai pun kemudian dijadikan maskot utama obyek wisata yang telah mendunia ini. Di kawasan ini banyak terdapat pohon Bangkirai yang berumur lebih dari 150 tahun dengan ketinggian mencapai 40 hingga 50 m, dengan diameter 2,3 m. Pertumbuhan banir (akar papan) yang besar dan kuat menjadikan pohon ini memiliki nilai keindahan tersendiri.

Bukit Bangkirai terletak sekitar 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda dan hanya sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan serta 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja. Untuk mencapai kawasan wisata alam ini, wisatawan dapat menempuhnya melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.


Kera ekor panjang, salah satu penghuni Bukit Bangkirai
Photo: Univ. Waterloo, Canada

Secara geografis, kawasan Bukit Bangkirai termasuk dataran rendah (primary lowland) "Dipterocarp forest" yang stabil, sehingga kawasan ini dijadikan tempat invasi burung dari wilayah Kawasan Hutan Taman Wisata Bukit Soeharto (sekitar 30 km) maupun wilayah sekitarnya yang terkena pengaruh kebakaran hutan. Dari pengamatan yang telah dilakukan, terdapat 113 jenis burung yang hidup di kawasan Bukit Bangkirai ini.

Jenis-jenis fauna yang ada di kawasan Bukit Bangkirai adalah Owa-Owa (Hylobates muelleri), Beruk (Macaca nemestrina), Lutung Merah (Presbytus rubicunda), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Susvittatus), Bajing Terbang (Squiler) serta Rusa Sambar (Corvus unicolor) yang telah ditangkarkan.


Salah satu pohon yang telah diadopsi
Photo: Agri, 2003

Kawasan Bukit Bangkirai juga kaya akan anggrek alam yang tumbuh secara alami di pepohonan yang masih hidup maupun yang sudah mati. Sedikitnya ada 45 jenis anggrek yang dapat dijumpai di kawasan ini, diantaranya adalah Anggrek Hitam (Coelegyne pandurata) yang sangat terkenal dan menjadi salah satu maskot Kalimantan Timur. Selain pembudidayaan anggrek-anggrek alam, juga dilakukan pengembangan anggrek silangan seperti Anggrek Kala, Anggrek Apple Blossom dan Anggrek Vanda. Selain kebun anggrek, kawasan wisata alam ini juga dilengkapi dengan kebun buah-buahan seluas 4 hektare.

Untuk menjaga keutuhan dan kelestarian pohon bangkirai di kawasan ini, pihak pengelola Bukit Bangkirai menawarkan program Adopsi Pohon kepada para sponsor atau donatur untuk menjadi "orangtua asuh" bagi pohon-pohon bangkirai yang dikehendaki. Saat ini pengadopsian pohon tersebut banyak dilakukan oleh pihak VIVO JICA Japan. Anda tertarik untuk mengadopsi sebuah pohon? Datanglah ke Bukit Bangkirai, berekreasi sambil melestarikan alam. (win)


sumber : http://www.kutaikartanegara.com


Taman Nasional Kayan Mentarang


Taman Nasional Kayan Mentarang

Taman Nasional Kayan Mentarang dengan luasnya 1.360.500 hektar, merupakan suatu kesatuan kawasan hutan primer dan hutan sekunder tua yang terbesar dan masih tersisa di Kalimantan dan seluruh Asia Tenggara.

Taman nasional ini memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa bernilai tinggi baik jenis langka maupun dilindungi, keanekaragaman tipe ekosistem dari hutan hujan dataran rendah sampai hutan berlumut di pegunungan tinggi. Keanekaragaman hayati yang terkandung di Taman Nasional Kayan Mentarang memang sangat mengagumkan.

Beberapa tumbuhan yang ada antara lain pulai (Alstonia scholaris), jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), Agathis (Agathis borneensis), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), rengas (Gluta wallichii), gaharu (Aquilaria malacensis), aren (Arenga pinnata), berbagai jenis anggrek, palem, dan kantong semar. Selain itu, ada beberapa jenis tumbuhan yang belum semuanya dapat diidentifikasi karena merupakan jenis tumbuhan baru di Indonesia.

Terdapat sekitar 100 jenis mamalia (15 jenis diantaranya endemik), 8 jenis primata dan lebih dari 310 jenis burung dengan 28 jenis diantaranya endemik Kalimantan serta telah didaftarkan oleh ICBP (International Committee for Bird Protection) sebagai jenis terancam punah.
Beberapa jenis mamalia langka seperti macan dahan (Neofelis nebulosa), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutung dahi putih (Presbytis frontata frontata), dan banteng (Bos javanicus lowi).

Sungai-sungai yang ada di taman nasional ini seperti S. Bahau, S. Kayan dan S. Mentarang digunakan sebagai transportasi menuju kawasan. Selama dalam perjalanan, selain dapat melihat berbagai jenis satwa yang ada di sekitar sungai, juga dapat melihat kelincahan longboat dalam melewati jeram, ataupun melawan arus yang cukup deras.


Keberadaan sekitar 20.000-25.000 orang dari berbagai kelompok etnis Dayak yang bermukim di sekitar kawasan taman nasional seperti Kenyah, Punan, Lun Daye, dan Lun Bawang, ternyata memiliki pengetahuan kearifan budaya sesuai dengan prinsip konservasi. Hal ini merupakan salah satu keunikan tersendiri di Taman Nasional Kayan Mentarang. Keunikan tersebut terlihat dari kemampuan masyarakat melestarikan keanekaragaman hayati di dalam kehidupannya. Sebagai contoh berbagai varietas dan jenis padi terpelihara dan terkoleksi dengan cukup baik untuk menunjang kehidupan masyarakat sehari-hari.

Banyak peninggalan arkeologi berupa kuburan dan alat-alat dari batu yang terdapat di taman nasional (umurnya lebih 350 tahun), dan diperkirakan merupakan situs arkeologi yang sangat penting di Kalimantan.

Sungai-sungai yang ada di taman nasional ini seperti S. Bahau, S. Kayan dan S. Mentarang digunakan sebagai transportasi menuju kawasan. Selama dalam perjalanan, selain dapat melihat berbagai jenis satwa yang ada di sekitar sungai, juga dapat melihat kelincahan longboat dalam melewati jeram, ataupun melawan arus yang cukup deras.

Keberadaan sekitar 20.000-25.000 orang dari berbagai kelompok etnis Dayak yang bermukim di sekitar kawasan taman nasional seperti Kenyah, Punan, Lun Daye, dan Lun Bawang, ternyata memiliki pengetahuan kearifan budaya sesuai dengan prinsip konservasi. Hal ini merupakan salah satu keunikan tersendiri di Taman Nasional Kayan Mentarang. Keunikan tersebut terlihat dari kemampuan masyarakat melestarikan keanekaragaman hayati di dalam kehidupannya. Sebagai contoh berbagai varietas dan jenis padi terpelihara dan terkoleksi dengan cukup baik untuk menunjang kehidupan masyarakat sehari-hari.

Banyak peninggalan arkeologi berupa kuburan dan alat-alat dari batu yang terdapat di taman nasional (umurnya lebih 350 tahun), dan diperkirakan merupakan situs arkeologi yang sangat penting di Kalimantan.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Pantai Pulau Datok dan Bukit Lubang Tedong.
Wisata bahari dan berenang
Gunung Palung (1.116 m. dpl) dan Gunung Panti (1.050 m. dpl). Pendakian, air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa dan berkemah.
Cabang Panti. Pusat penelitian dengan fasilitas stasiun penelitian, wisma peneliti dan perpustakaan.
Kampung Baru. Pengamatan satwa bekantan.
Sungai Matan dan Sungai Simpang. Menyelusuri sungai, pengamatan satwa dan wisata budaya (situs purbakala).

Atraksi budaya di luar taman nasional:
Keanekaragaman hayati bernilai tinggi dan masih alami, merupakan tantangan bagi para peneliti untuk mengungkapkan dan mengembangkan pemanfaatannya. Disamping itu keindahan alam hutan, sungai, tebing, kebudayaan suku Dayak merupakan daya tarik yang sangat menantang bagi para petualang dan wisatawan.

Musim kunjungan terbaik: bulan September s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi :
Cara pencapaian lokasi: Dari Samarinda ke Tarakan (plane) sekitar satu jam, dilanjutkan menggunakan speed boat/klotok menyusuri sungai Mentarang ke lokasi dengan waktu enam jam sampai satu hari.

Kantor: Jl. MT Haryono
Samarinda, Kalimantan Timur
Telp./Fax.: (0541) 743556
E-mail: bksdakaltim@yahoo.com
http://www.dephut.go.id
Dinyatakan ---
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 631/Kpts-II/1996
luas 1.360.500 hektar
Ditetapkan ---
Letak Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur
Temperatur udara 16° - 30° C
Curah hujan Rata-rata 3.100 mm/tahun
Ketinggian tempat 200 – 2.558 meter dpl
Letak geografis 1°59’ - 4°24’ LU, 114°49’ - 116°16’ BT

Jembatan Kutai Kartanegara



Jembatan Kutai Kartanegara

Memasuki Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat ditempuh melalui Kota Balikpapan ataupun Ibukota Propinsi Samarinda. Dari Samarinda lama tempuh ± 30 Menit, sedangkan dari Balikppan ditempuh dengan ± 2 jam. Di Kota Tenggarong sebagai Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat banyak pilihan objek wisata yang dapat dinikmati ataupun dikunjungi oleh wisatawan, diantaranya yaitu Jembatan Kutai Kartanegara, Jembatan ini merupakn sarana penghubung antara Tenggarong Seberang dengan Kota Tenggarong. Panjang jembatan adalah 580 Meter. Dibangun menyerupai Jembatan Golden Gate yang terdapat di San Fransisco.

Jembatan ini juga merupakan akses menuju Kota Samarinda ataupun sebaliknya yang dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit. Setiap kendaraan beroda 4 (empat) yang lewat dikenakan retribusi sebesar Rp. 1.000,-. Melewati Jembatan Kutai Kartanegara ada pemandangan menarik yang dapat disaksikan, yaitu hamparan sebuah pulau kecil yang memisahkan Kota Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang, yaitu Pulau Kumala, sebuagh pulau yang telah disulap menjadi Kawasan Wisata Rekreasi yang banyak diminati oleh wisatawan Nusantara karena merupakan kawasan rekreasi keluarga yang hampir mirip dengan Taman Mini Jaya Ancol di Jakarta.

Di kawasan Jembatan Kutai Kartanegara juga terdapat Jam Bentong yang merupakan sebuah Tugu yang terdapat taman-taman yang terlihat asri dan indah jika dilihat dari atas jembatan. Di dekat jembatan dinagun sarana olahraga panjat dinding sebanyak 2 buah. Kawasan ii setiap sorenya selalu dipenuhi oleh pengunjung yang dapat menikmati keindahan Jembatan Kutai Kartanegara serta memandang Pulau Kumala dari kejauhan.

sumber : http://www.kutaikartanegarakab.go.id

Taman Agrowisata Batuah

Taman Agrowisata Batuah

Kawasan ini terletak di KM.24 Loa Janan yang merupakan jalan utama antara Samarinda dan Balikpapan. Dan memiliki luas 35 ha dengan konsep pertanian, alam dan wisata dan berada diantara pertanian rakyat desa Batuah. Taman Agrowisata Batuah ini dikelola oleh Dinas Pertanian Tanaman Propinsi Kalimantan Timur akan tetapi lokasi dan areanya berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Lama tempuh dari Balikpapan ke Taman Agro adalah sekitar 1 jam 30 menit, sedangkan jarak tempuh dari Tenggarong ke Taman Agro adalah sekitar 45 menit.

Terdapat berbagai macam jenis anggrek di Agrowisata ini, diantaranya adalah Anggrek Alam, Dandrobium, Anggrek Vanda, Anggrek Bulan, dan tanaman hias lainnya. Anggrek-anggrek di tempat ini juga dapat dibeli dengan harga yang relatif murah.

Selain Anggrek, juga terdapat Rumah Kaktus dan merupakan salah satu objek yang dapat dikunjungi. Terdapat 10 rumah kaktus yang berjejer rapi dan berwarna-warni. Sama dengan anggrek, kaktus inipun dapat dibeli denga harga yang relatif murah.

Di kawasan inipun terdapat kolam pemancingan yang juga merupakan salah satu andalan dari Agrowisata Batuah. Terdapat 3 buah kolam yang berada di lekukan perbukitan yang dapat menampung kurang lebih 100 orang pemancing.

Fasilitas lainnya adalah Jogging Ttack dan Camping Ground. Dengan lokasi yang terhampar luas serta berada pada dataran tinggi di tengah-tengah kebun buah-buahan sehingga setiap pengunjung dapat menikmati suasana alam yang indah dengan angin sepoi-sepoi dan adanya aroma keharuman bunga yang menyegarkan.

Aneka buah-buahan yang terdapat di Agrowisata ini, diantaranya adalah jenis-jenis Rambutan seperti Binjai, Lebak Bulus, Rapiah, Antalagi, Durian, Nanas, Salak Pondoh, Jambu dll

Fasilatas yang terdapat di Agrowisata ini adalah Cafe, Fergola denga payung bunga, saung tempat istirahat, toilet dan Villa dengan gaya rumah panggung yang disewakan bagi pengunjung yang ingin bermalam.

sumber : http://www.kutaikartanegarakab.go.id


Museum Tenggarong Mulawarman




Bangunan ini merupakan bekas keraton Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada tahun 1936. Didalam museum ini dapat dilihat beraneka macam koleksi benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Kutai Kartanegara, benda-benda budaya dari daerah Kutai, koleksi keramik kuno, koleksi uang kuno, dan masih banyak lagi. Museum Mulawarman terletak di Jalan Diponegoro dan dibuka setiap hari (kecuali Senin) mulai jam 08.00 hingga 16.00.


sumber http://www.kutaikartanegara.com

Waduk Panji Sukarame



Waduk Panji Sukarame

Waduk ini terletak di Kelurahan Panji Sukarame dan merupakan taman rekreasi yang sangat bagus untuk dinikmati dengan adanya pemandangan alam dan air waduk yang tenang. Luas lahan adalah ± 32 ha. Di sekeliling waduk banyak terdapat gazebo atau pondok-pondok untuk tempat beristirahat bagi para pengunjung. Di area Waduk ada cafe atau warung untuk tempat makan dan minum serta panggung untuk tempat pertunjukan musik.

Fasilitas arena bermain bagi anak-anak juga terdapat di lokasi ini, yaitu sepeda air, ayunan, perosotan dan lain-lain

sumber : http://www.kutaikartanegarakab.go.id

HUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN (HLSW)


HUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN (HLSW)

Merupakan salah satu objek wisata unggulan Kota Balikpapan. Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) merupakan gambaran dari hutan tropis yang masih 'Virgin'. Secara Geografis HLSW terletak di 116º 47’ – 116º 55’ Bujur Timur dan 01º 02’ – 01º 10’ Lintang Selatan. Merupakan kombinasi antara hutan primer (hutan asli) dan hutan sekunder (hutan buatan pengganti hutan yang terbakar di tahun 1997/1998)
Luas Area hutan keseluruhan adalah: 10.025 Ha
Terdiri atas:
- Hutan Dipterocarpa dataran rendah
- Hutan Dipterocarpa perbukitan
- Hutan Rawa terbuka dan Air Tawar
- Hutan Riparian
- Aliran Sungai wain sepanjang +/ 18.300mtr (dengan hutan bakau di tepiannya)
Objek-objek di area Hutan Lindung Sungai Wain:
Berbagai Jenis pohon hutan (yang dominan) diantaranya:
- Bangkirai
- Ulin
- Meranti
- Keruing
- Gaharu
Jenis tumbuhan langka lainnya adalah:
- Jenis Anggrek dan Tumbuhan Merambat
- Kantung Semar
- Berbagai jenis Jamur (seperti: Jamur hitam)
- Tumbuhan Endemik Balikpapan: Jahe Balikpapan (Etlingera Balikpapanensis)
Jenis-Jenis Hewan Langka:
- Macan Dahan (Neofelis nebulosa)
- Terdapat kurang lebih 80 ekor Orang Utan (Pongo Pygmaeus)
- Terdapat kurang lebih 60 ekor Beruang Madu (Helarctos Malayanus)
- Berbagai jenis Kera (Primates)
- Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan hewan endemik Kalimantan
Jenis-jenis hewan lainnya:
- Berbagai jenis Tupai
- Berbagai jenis Musang
- Linsang dan Berang-berang
- 9 (sembilan) jenis burung enggang
- 242 Jenis burung lainnya
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki diantaranya :
Pusat penelitian Tumbuhan dan Hewan
Tracking bridge (Jembatan trek)
Beberapa Pos peristirahatan
Menara Pengintai (watch tower)
Perahu
Area wisata “Kebun Raya Balikpapan” (masih dalam process pembangunan)

sumber : http://pariwisata.balikpapan.go.id


Pantai Manggar





Merupakan pantai kebanggaan masyarakat Kota Balikpapan. Pantai landai berpasir putih ini terletak kurang lebih 15 kilometer sebelah timur Kota. Dipantai Manggar selain bisa menikmati berbagai macam permainan/olahraga air seperti: banana boat, perahu santai dan berenang, pengunjung juga bisa menikmati aneka lokal kuliner. Pantai ini juga dilengkapi dengan sarana bermain anak "children play ground" dan panggung terbuka. Dihari-hari besar dan hari-hari tertentu diadakan pertunjukan baik budaya ataupun kreatifitas di panggung terbuka ini.

sumber : http://pariwisata.balikpapan.go.id

Taman Wisata Pulau Kumala



Taman Wisata Pulau Kumala

Kawasan Pulau Kumala terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan daerah Delta yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas 76 Ha perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Di desain menjadi Taman Wisata Rekreasi dan ditata rapi dengan perpaduan arsitektur berteknologi modern dan budaya tradisional.

Sejak tahun 2000 Pulau Kumala di bangun menjadi Kawasan Wisata. Pembangunan Taman Wisata Pulau Kumala dilakukan secara bertahap dan berkembang. Dan teru-menerus dilakukan penambahan Fasilitas rekreasi yang akan dapat terus menarik pengunjung, khususnya bagi pengunjung yang membawa keluarganya untuk berakhir pekan dan menikmati segala fasilitas di Pulau Kumala yang Eksotis.Di pulau ini juga terdapat DJS Resort Pulau Kumala lengkap dengan Kolam Renang, restoran, Cottage dan Sarana Bagi mereka yang ingin istirahat.

Pulau ini dibangun menyerupai Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, dan dibangun untuk menampilkan kebudayaan Kalimantan dengan perpaduan antara Suku Kutai, Dayak dan Jawa. Hal ini dapat dilihat dengan adanya Lamin, serta bangunan candi yang disebut Pura Pasak Pulau sebagai salah satu tempat ibadah penganut Hindu di Kabupaten Kutai Kartanegara, serta patung besar Lembu Swana yang berada di bagian ujung Pulau yang menghadap ke arah Jembatan Kutai Kartanegara yang megah.

Untuk meyeberangi Pulau Kumala dapat menggunakan Anggunakan Angkutan Air berupa Longboat atau perahu tradisional (Ketinting/Ces), biaya yang dikenakan untuk menyeberang dengan Ces adalah Rp. 2.500.- /orang, dan lama penyeberangan sekitar 10 menit, namun jika pengunjung berminat, juga dapat menggunakan Kereta Gantung yang terletak di Tenggarong Seberang untuk menyeberang untuk menyeberang ke Pulau Kumala. Di pulau ini dapat dinikmati tempat rekreasi dan arena bermain untuk keluarga dan anak-anak.

Taman Wisata Pulau Kumala berjarak sekitar 27 km dari Kota Samarinda yang dapat ditempuh melalui Jembatan Kutai Kartanegara 1 dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan dari kota Balikpapan yang memiliki fasilitas Bandara Sepinggan dan Pelabuhan Laut Semayang yang merupakan akses transportasi udara dan laut di Kalimantan Timur, Berjarak sekitar 130 km yang dapat ditempuh Kurang Lebih 3 jam lewat jalan darat. Selain itu Taman Wisata Pulau Kumala dapat juga dicapai dengan transportasi air melewati Sungai Mahakam.

sumber : http://www.kutaikartanegarakab.go.id

Kebun Raya Samarinda




Kebun Raya Samarinda, merupakan nama dari kawasan Hutan Pendidikan yang dimiliki oleh Universitas Mulawarman. Kawasan ini dulunya merupakan areal HPH CV Kayu Mahakam (Ali Akbar Afloes) yang kemudian pada tahun 1974 menyerahkan kawasan seluas 300 hektar di dalam HPH-nya di kawasan Gunung Kapur kepada Rektor Universitas Mulawarman (R. Sambas Wirakusumah) untuk dikelola menjadi Hutan Konservasi/Kebun Raya. Hal ini kemudian diperkuat oleh Gubernur Propinsi Kalimantan Timur dan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur saat itu. Di tahun 1997, Walikota Samarinda juga memperkuat status kawasan sebagai Hutan Pendidikan Universitas Mulawarman.

Di lain sisi, berdasarkan informasi masyarakat yang tinggal di Gunung Kapur, pada tahun 1972 sekitar 50 KK saat itu telah membuka areal perladangan dengan luas seluruhnya mencapai 50 hektar. Dan ketika diserahkan pada tahun 1974, kawasan perladangan mereka juga terikut dalam areal yang dihibahkan. Namun masyarakat di kawasan tersebut saat ini telah merelakan dan menyatakan juga menghibahkan kawasan mereka yang 50 hektar tersebut untuk dijadikan Kebun Raya

Makam Sultan Kutai





Makam Sultan Kutai

Wisata Sejarah – Makam Sultan Kutai – Tenggaraong – Kalimantan Timur

Setiap Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong , para petinggi pemerintah daerah Tenggarong bersiarah ke Makam Sultan Kutai XV dilanjutkan ke makam Sultan lainnya.

Sejarah:

Kota Tengggarong dimulai ketika Sultan AM Muslihuddin memindahkan ibukota Kesultanan Kutai dari Pemarangan ke Tepian Pandan pada tanggal 28 September 1782 silam. Oleh Sultan Kutai, nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti Rumah Raja. Pada perkembangannya, nama Tangga Arung lebih populer dengan sebutan Tenggarong dan tetap bertahan hingga saat ini.
Tenggarong menjadi kota yang dapat memberikan harapan bagi penduduknya sebagai kawasan nyaman dihuni.
Sultan Kutai ke – 15 AM Muslihuddin, Sultan Kutai ke 16 AM Salehoeddin I, Sultan ke 17 AM Sulaiman dan Sultan ke 19 AM Parikesit.

Kembali ke Wisata Kalimantan Timur


sumber : www.kutaikartanegara.com

Planetarium Jagad Raya Tenggarong



Planetarium Jagad Raya Tenggarong merupakan sebuah planetarium yang terletak di Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Planetarium berkapasitas 80 tempat duduk ini dibangun pada tahun 2000 dan resmi dibuka pada tahun 2002.

Planetarium Jagad Raya merupakan planetarium ketiga di Indonesia setelah Planetarium Jakarta dan Planetarium Surabaya, Jawa Timur.



Kedaton Kutai Kartanegara



Kedaton terletak di pusat Kota Tenggarong, terletak di belakang Museum Mulawarman dan di depan Monumen Pancasila Tenggarong atau Jalan Monumen barat. Dan letaknya tidak jauh dari Museum Mulawarman, Planetarium Jagad Raya dan Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin. Dibangun pada tahu 2001 dan sejarah dibukanya objek wisata ini adalah untuk melestarikan budaya Kutai. Pihak Kesultanan membuat Lembaga Adat dan Dewan Adat di setiap daerah-daerah yang merupakan wilayah Kerajaan Kutai sebagai wadah untuk melestarikan budaya, fungsinya sebagai perpanjangan tangan dari Kesultanan Kutai.

Arsitektur Kedaton Kutai KArtanegara merupakan perpaduan gaya modern dan gaya istana Kerajaan Kutai Kartanegara. Ruangan istana nampak megah dan mewah dengan tatanan Singgasana Sultan di kelilingi oleh kursi yang terbuat dari emas. Di sebelah kiri Singgasana terdapat gamelan Jawa.

Didalam Kedaton juga terdapat banyak ukiran yang berciri khas adat Kutai, Dayak dan Jawa untuk menunkukkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara memiliki hubungan sejarah yang erat dengan suku Dayak dan Kesultanan Jawa.

Sungai Mahakam



Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Letak Sungai Mahakam

Mahakam merupakan nama sebuah sungai terbesar di provinsi Kalimantan Timur yang bermuara di Selat Makassar. Sungai dengan panjang sekitar 920 km ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir.

Sungai Mahakam sejak dulu hingga saat ini memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi.
[sunting] Anak sungai
Aktivitas di sungai Mahakam yang masih menjadi prasarana transportasi utama di Kalimantan Timur

Sungai Mahakam memiliki beberapa anak sungai, di antaranya:

* Sungai Belayan
* Sungai Lawa
* Sungai Kedang Kepala
* Sungai Telen
* Sungai Tenggarong
* Sungai Karang Mumus




Web Design Blogs W3 Directory - the World Wide Web Directory DMCA.com

Copyright © 2013 Wisata Kaltim . All rights reserved.| Blogger.com File Storage Created by Blogger Tuts | Template